Tokoh, Ulasan

Tommy Soeharto Jadi Sasaran Hoax 7000 Trilliun

 

” Membunuh atau dibunuh, daripada hilang 7000 trilliun lebih baik hilang 100 trilliun untuk membiayai People Power makan “

 

SOEHARTONESIA.ID,-Angka Rp 7000 triliun itu muncul lagi pada konten sosial media. Kali ini angka itu dialamatkan kepada keluarga Cendana, dan khususnya Tommy Soeharto putra bungsu presiden Soeharto. Pada Conten unggahan Facebook itu, Tommy dituduh sebagai kordinator aliran dana Rp 100 triliun yang akan digunakan untuk membiayai People Power.

Disebutkan pula, bahwa Rp 100 triliun dana yang digelontorkan keluarga Cendana untuk membiayai Poeple power itu untuk menutupi Rp 7000 triliun yang mereka sembunyikan di Bank Swiss. Isu tentang rencana People Power
memang sedang masif bertebaran di lini masa sosial media.

Melalui pelacakan arsip di internet, Konten serupa pernah terbit dalam artikel berjudul “Presiden Jokowi Akan Sita 7000 Trilyun Lebih Hasil Kejahatan yang Disimpan di Swiss,” terbit pada 6 Juni 2016. Sejauh ini, artikel itu adalah artikel paling awal yang menyebutkan nilai fantastis Rp 7000 triliun itu.

Konten artikel pun tercatat terus-menerus diduplikasi menjadi beberapa artikel pada situsweb dan weblog status, Facebook, yang berbeda-beda. Namun, sejauh ini Soal Presiden Jokowi bakal menyita Rp 7.000 triliun aset uang koruptor di Swiss Tidak ada informasi yang jelas, terang, dan spesifik berasal dari mana angka Rp7.000 triliun aset uang koruptor di Swiss tersebut, sehingga kebenaran dari berita serta nominal 7000 triliun tersebut patut diragukan kebenaran-nya.

Dan kali ini kembali artikel tersebut muncul dan disesuaikan dengan isu yang sedang santer bergulir, People Power. Kita ketahui bahwa di jejaring sosial media banyak beredar soal ajakan aksi besar-besaran di Jakarta untuk tanggal 22 Mei 2019 yang akan menyuarakan kekecewaan rakyat terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 yang dinilai curang sehingga merugikan Paslon Capres 02 Prabowo -Sandiaga.

Di sinilah titik singgung mengapa keluarga Cendana atau lebih spesifik, Tommy Soeharto, dituduh membiayai gerakan tersebut. Tommy Soeharto adalah ketua umum Partai Berkarya, salah satu partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pasangan Prabowo – Sandiaga Uno.

Dalam konten artikel tersebut, ditambahkan pula kesan dramatis bahwa BIN dan Kapolri telah memiliki data dan bukti terkait aliran dana yang disebutnya untuk pembiayaan kegiatan makar. Bahkan, pada unggahnya dilampirkan pula photo Kapolri Tito Karnavian.

Berdasarkan analisa, konten tersebut diunggah oleh akun yang tidak kridibel (anonim) dan jelas bahwa artikel konten yang diunggah tersebut memenuhi unsur Hoax, karena tidak ada dukungan data dan pemberitaan dari media yang kridibel terkait konten serupa. Lalu, dari mana sumbernya ?

Berita Hoax yang berasal dari media sosial akan sangat bertolak belakang. Karena media massa mempunyai sumber resmi. Dan merupakan berita yang berasal dari fakta di lapangan. Selain itu Berita dari media massa telah teruji kebenarannya, sedangkan berita Hoax adalah berita yang sengaja di buat keliru oleh oknum-oknum tertentu untuk membuat masyarakat resah.

Oleh sebab itu masyarakat dituntut lebih cerdas dalam mencermati setiap berita yang beredar di masyarakat, baik itu secara lisan ataupun di media-media sosial yang sumbernya belum ada kepastian untuk sebuah kebenaran dalam suatu berita, dan kita harapkan dalam hal ini aparat atau-pun dinas terkait segara mengambil tindakan tegas terhadap pemberitaan yang nyata-nyata telah meresahkan dan memenuhi unsur Hoax tersebut .

https://www.facebook.com/100024959001460/posts/392702774905019/?app=fbl

 

Ardi
Digital Analyst

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: