Tokoh

Bincang Pagi Dengan Ketum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra

SOEHARTINESIA.ID – Menurut Pak Tommy bagaimana kondisi pertanian di Indonesia?

“Saat ini sektor pertanian Indonesia jalan di tempat, hal itu justru terjadi di tengah kian berkembangnya pertanian negara-negara tetangga, bagaimana mungkin kita dapat mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi jika abai dengan sektor pertanian.”

Kemudian, solusi apa yang Pak Tommy tawarkan untuk pertanian di Indonesia?

“Partai Berkarya berkomitmen menjalankan dengan konsekwen program-program ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal dan secara teknis kami sudah menerapkan penggunaan pupuk cair Bregadium teknologi Hypernano serta keringanan memperoleh pupuk dengan cara bayar setelah panen.

Yang pak Tommy maksud dengan kearifan lokal?

“Budaya bercocok tanam masyarakat Indonesia adalah tradisi dan bagian dari Kearifan lokal, dan Partai Berkarya akan merevitalisasinya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.”

“Seperti di Purbalingga, Partai Berkarya telah melakukan uji percontohan penggunaan pupuk bregadium teknologi Hypernano di beberapa petak sawah di Desa Sukasirna. Hasilnya, produksi padi mencapai enam ton jauh di atas rata-rata produksi per hektar secara nasional.”

“Selain pupuk, Partai Berkarya juga membangun Saung Berkarya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Membentang seluas tiga hektar, Saung Berkarya adalah miniatur desa mandiri energi dan pangan dan kami menargetkan akan membangun Saung Berkarya di setiap kabupaten, agar masyarakat desa belajar bagaimana mandiri energi dan pangan.”

“Kebutuhan energi di Saung Berkarya, untuk memasak, penerangan, mesin penetasan telur ayam, dan lainnya, menggunakan biogas kotoran sapi. Ada tujuh ekor sapi, dengan produksi kotoran cukup untuk membuat biogas, ayam petelur yang memenuhi kebutuhan gizi harian, dan kebun berbagai sayuran dan lokasi pembibitan yang tidak menggunakan pupuk kimia.”

Sebagai penutup, apa yang ingin pak Tommy sampaikan?

“Harus kita akui, selama 21 tahun reformasi sektor pertanian terabaikan. Kesejahteraan masyarakat, terutama petani, cenderung menurun. Produk pertanian lokal tak berdaya, dan menjadi kelas dua, di tengah serbuan produk impor.”

“Oleh sebab itu Partai Berkarya berkomitmen melakukan perubahan, tidak hanya untuk menyejahterakan petani, tapi juga buruh, nelayan, dan masyarakat kecil lainnya, itulah fokus Partai Berkarya.”