HMS Indonesia, Tokoh

Giyanto HP : Neta S Pane Harus Menjelaskan Siapa Yang Dimaksud Big Dalang Kerusuhan Mei

 

SOEHARTONESIA.ID
Oleh : Giyanto Hadi Prayitno
Ketua Umum HMS Indonesia

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) pada wawancara khusus di Metro TV ( wayang dan dalang kerusuhan) mengatakan bahwa ada “Big dalang” pada kerusuhan yang terjadi pada aksi massa pada 21-22 Mei lalu.

Kami cermati pernyataan yang diucapkan Neta di stasiun televisi swasta nasional itu bersayap, kental muatan framing sehingga sangat berbahaya diucapkan pada situasi politik semacam ini. Mengapa kami simpulkan demikian, karena pernyataan yang dilontarkan itu tanpa menyertakan bukti. Dan, kami tangkap sebagai pernyataan yang sarat muatan politik.

Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada saudara Neta S Pane untuk menjelaskan dengan terang benderang, siapa sebenarny “Big dalang” yang ia maksudkan, karena hal tersebut penting demi memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Hingga saat ini, kita ketahui bahwa pihak kepolisian belum merilis atau melakukan penangkapan terkait oknum yang disebut sebagai “big dalang” pada kerusuhan mei itu, dan sejatinya masyarakat harus dibawa kepada pemahaman yang benar, karena Politik hanya secuil bagian dari hidup ; Neraka bagi pemfitnah, kekal. Mendinginkan, bukan semakin mamanaskan situasi dengan melontarkan pernyataan-pernyataan bersayap.

Selain itu, tentunya kita tidak menginginkan perpecahan yang disebabkan saling mencurigai yang disebabkan pernyataan tanpa bukti yang justru malah akan memanaskan situasi politik. Sebagai masyarakat, kami pun berhak untuk megetahui siapa sebenarnya yang disebut sebagai “Big dalang,” pada kerusuhan 21-22 Mei, oleh Neta S Pane.

Kerusuhan yang terjadi pada aksi damai tersebut jelas-jelas telah menciderai demokrasi yang telah susah payah kita bangun bersama. Tentunya jika tidak dijelaskan siapa biang dari kerusuhan seperti yang diucapkan Neta, dengan terang benderang, maka tentunya akan melukai rasa keadilan masyarakat, korban kerusuhan dan keluarga korban .

Sejalan dengan itu, kami sebagai salah satu elemen masyarakat berharap bahwa pers yang merupakan salah satu pilar demokrasi yang senantiasa kita harapkan tetap kokoh, kiranya dapat menyajikan informasi yang jernih dan berimbang ; sehingga orang yg mendukung kejujuran dan keadilan demokrasi, melalui kegiatan unjuk rasa, tidak disamakan dengan orang yang melakukan tindakan kerusuhan.

Apresiasi, HMS Indonesia, Tokoh

Hukum Adalah Panglima Keadilan

 

SOEHARTONESIA.COM,-Hukum adalah sebuah Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur sendi-sendi kehidupan sosial dan menjadi Panglima dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagian kita mengatakan hukum itu suara Tuhan dan sebagai manifestasi dari hal tersebut itulah mengapa hukum disebut Panglima oleh karena setiap keputusannya dapat merubah jalan hidup atau nasib dari seseorang, kelompok, organisasi bahkan suatu bangsa, karena apabila hukum itu salah dalam memberikan atau menetapkan keputusannya maka kehancuran yang akan didapat oleh hukum itu sendiri karena akan hilanglah kepercayaan masyarakat terhadap hukum sebagai Panglima yang sudah pasti akan berdampak kepada tatanan kehidupan lainnya yang mengatur sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.
Oleh karena sebab itu penentuan dalam memilih para aparatur penegak hukum haruslah dilakukan dengan cara seksama dan sistematis serta penuh pertimbangan pada kualitas personal dari calon aparatur hukum itu sendiri, baik dalam hal kemampuan, integritas, psikologi hingga nasionalitas dst.
Kondisi dari hukum di Indonesia saat ini sudah mengarah kepada kondisi dan situasi tersebut, baik dalam hal perangkat maupun peraturan, birokrasi, hukum serta politik yang ada.

Selama ini pemilihan dalam menetapkan elite perangkat hukum banyak terpengaruhi oleh kepentingan politik dan kekuasaan semata sehingga nilai-nilai esensi dasar hukum, baik dalam hal keputusan maupun kebijakannya selalu terbelenggu oleh kepentingan kelompok atau kekuasaan, dan nilai-nilai Keadilan Hukum itu sendiri menjadi absurd dan keluar atau melenceng dari nilai-nilai esensi dasar dari hukum itu sendiri yaitu Rasa Keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebaiknya penentuan dalam memilih para elit atau pejabat eselon dari perangkat hukum seyogyanya disertai juga usulan dari komponen masyarakat atau organisasi kemasyarakatan, kepemudaan maupun komponen masyarakat lainnya, sehingga dengan demikian tidak ada dokrin atau keterikatan apapun dari elit aparatur hukum terhadap penguasa atau kelompok politik yang sarat kepentingan, sehingga dapat melahirkan elit perangkat hukum yang profesional.

Adalah seorang tokoh advokat muda yang cerdas, profesional, agamis, nasionalis serta berkomitmen terhadap janji/ikrar profesi dan ilmu yang dimilikinya, tokoh muda yang ramah berjiwa humble, serta supel dalam pergaulan dengan berbagai lapisan masyarakat ini begitu kuat karakter kepribadian dan kerohaniannya ini, pernah memangku jabatan dalam berbagai organisasi maupun komunitas, adalah seorang figur yang cocok untuk diusulkan dan didorong sebagai bakal calon Jaksa Agung RI periode 2019-2024 bersama-sama dengan kandidat lainnya, seperti Mahfud MD, Dr. Arminsyah SH Msi, Harris Azhar dsb.
Tokoh muda yang bersahaja tersebut bernama H. Arie Pujianto SH M (40) seorang pengacara muda papan atas, mantan aktivis, mantan pengurus hingga ketua berbagai organisasi dan komunitas yang saat ini menjabat sebagai _Wakil Ketua Umum dari Organisasi HMS Indonesia (Hasta Mahardika Soehartonesia)_, beristrikan seorang artis cantik Ratu Felisha dan saat ini aktif serta konsen terhadap pembudidayaan hewan asli Indonesia seperti Perkutut dan Arwana, sebuah pemikiran cukup menarik, yang menjadikan dasar alasan mengapa pengacara muda yang bersahaja ini tertarik kepada jenis hewan habitat asli Indonesia itu khususnya Perkutut dan Arwana, H. Arie Pujianto mengatakan perkutut itu burung para raja yang penuh filosofi kearifan lokal bahkan sebagian masyarakat ada yang menyangkut pautkan dengan unsur klenik, akan tetapi faktor filosofi, kebiasaan hingga budaya yang lebih menjadi perhatiannya, berbeda dengan Arwana H. Arie Pujianto mengatakan, ikan arwana adalah spesies langka dan asli Indonesia yang mana habitatnya tidak ada di negara lain kecuali di Kalimantan dan Amazon dan sebagai spesies langka yang memiliki karakteristik khusus sebagai hewan asli dari keberagaman dan kekayaan dari flora-fauna Indonesia seharusnya bangsa ini sudah memikirkan konsep dan produk hukum dalam perundang-undangan yang melindungi segenap kekayaan flora-fauna hingga adat istiadatnya asli milik bangsa Indonesia agar tidak terjadi klaim oleh negara lain yang dapat dilakukan melalui penangkaran dsb, Arie Pujianto menyebutkan seperti halnya ikan Koi yang asli Jepang, seekor ikan Koi import dari Jepang tidak dapat kita kembang biakan di negara lain karena sudah melalui proses sterilisasi dan kemudian dilindungi pula oleh hukum yang jelas.
Saat ini tidak ada negara lain yang mengatakan bahwa ada sebuah varian Koi asli negara lain selain Jepang, beda dengan Indonesia sebagai contoh budaya asli Indonesia yang diakui oleh negara lain sebagai budaya mereka bahkan saat ini pun spesies lain dari ikan arwana pun ada negara lain yang mengklaim sebagai spesies asli negara mereka, inilah alasan krusial dan sangat fundamental selain hobi yang menjadi landasan pemikiran oleh H. Arie Pujianto menyukai perkutut dan ikan arwana, bahkan sebuah obsesi besar sudah menjadi pemikirannya yaitu ingin membuat penangkaran ikan arwana spesies khusus seperti jenis golden red dsb yang saat ini harganya mencapai angka hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah, sebagaimana seperti yang telah dilakukannya dengan membuat pusat penangkaran perkutut. (**Box)

H. Arie Pujianto
Waketum HMS Indonesia

HMS Indonesia, Tokoh

Ketum HMS, Giyanto : Kami Mendukung Setiap Langkah Politik Putra – Putri Pak Harto

 

SOEHARTONESIA.ID

Hasta Mahardika Soehartonesia (HMS) adalah salah satu dari sekian banyak ormas pencinta Presiden Republik Indonesia ke 2, HM. Seoharto. Ormas yang diketuai
Giyanto Hadi Prayitno ini beranggotakan unsur-unsur masyarakat madani Indonesia lintas agama, suku, dan profesi, yang bersepakat membentuk organisasi berdasarkan satu kesamaan, yakni ; kecintaan kepada almarhum HM.Soeharto, Presiden RI ke 2.

“Kita ketahui, pak Harto adalah figur panutan yang lelampan hidupnya dipenuhi falsafah kehidupan yang penting untuk di-teladani. Selain itu beliau adalah figur pemimpin yang berkarakter tegas, menggagas, dan terbukti mampu melaksanakan pembangunan dengan terencana serta serius mengurus masalah pangan dan pertanian sehingga membawa Indonesia pada ke-setaraan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Giyanto Saat ditemui pada acara Penambahan Pengurus oleh kader-kader potensial guna menjalankan roda organisasi yang saat ini sudah berjumlah 30 DPD Provinsi dari 34 Propinsi yang ada di Indonesia (Kamis 30/5/2019).

Acara yang digelar sekaligus buka puasa bersama itu juga merupakan rangkaian dari pembentukan susunan pengurus yang akan menjalankan tugas-tugas yang akan diterapkan HMS. Menurut Giyanto, HMS telah memiliki kader tersebar di seluruh Indonesia, sehingga penting untuk menyusun program kerja yang sekaligus sebagai media konsolidasi kader di daerah.

“Kita bentuk susunan pengurus HMS sebagai upaya kelanjutan kepengurusan secara permanen. Agar di masa mendatang, HMS sebagai komunitas akan terus meneruskan program-programnya secara rutin,” kata Giyanto saat menggelar berbuka puasa di rumah makan Ragunan , Jakarta .

Giyanto Hadi Prayitno yang Akrab disapa GHP Itu juga mengatakan, pihaknya membentuk panitia ziarah ke Makam Astana Giri Bangun (Makam HM.Soeharto) di Kecamatan Matesi, Karang Anyar, Solo, Jawa Tengah. Kegiatan itu dijadikan kegiatan wajib bagi anggota HMS yang baru bergabung.

Disinggung mengenai berbagai isu miring yang menyebutkan bahwa kegiatan demontrasi yang terjadi baru-baru ini dibiayai oleh pihak keluarga Cendana (putra putri HM. Soeharto) Giyanto mengatakan : “berita hoax semacam itu tidak perlu ditanggapi, saya tahu persis bahwa hal itu tidak benar,” ujarnya.

“Putra-putri pak Harto memang saat ini kembali terjun dikancah perpolitikan tanah air, melalui kendaraan politik Partai Berkarya, dan kami, HMS, mendukung penuh setiap langkah politik yang diambil putra-putri pak Harto, ujar Giyanto.

Ia juga menjelaskan ; “dalam dunia politik isu miring merupakan suatu hal yang lumrah, namun masyarakat sudah bisa menilai bahwa tidak ada bukti konkrit yang mendukung kebenaran isu tersebut, jadi tidak perlu diperdulikan,” tutup nya. 

Giyanto HP-Soehartois-Ketum HMS
Giyanto HP-Soehartois-Ketum HMS