Apresiasi, Berkarya, Piye Kabare

Relawan PADI Berkarya Solo, TotalFootbal Menangkan Prabowo – Sandi

SOEAHARTONESIA.ID

Bendera Relawan Padi Berkarya berkibar bersama bendera-bendera partai dan bendera relawan pendukung pasangan capres 02 Prabowo-Sandi di kota Solo (Rabu 10 April 2019 ). Satu lagi organisasi relawan Partai Berkarya terbentuk di Solo.

Genap 10 hari terbentuk, Relawan PADI Berkarya bertekad All Out untuk memenangkan pasangan Prabowo – Sandi pada pilpres 2019 serta mensukseskan Partai Berkarya untuk mendapat kursi maksimal di parlemen.

Relawan PADI Berkarya Solo terbentuk atas prakarsa Iwan HMS.  Iwan pendiri dan sekaligus motor penggerak Relawan PADI Berkarya ini juga merupakan penggerak  HMS 1921 yang dikenal sebagai masyarakat pancinta presiden Indonesia ke -2 , HM.Soeharto.

Tercatat, Iwan HMS juga termasuk penggerak Partai Berkarya Di Solo Raya pada awal – awal terbentuknya Partai Berkarya yang meliputi ; kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali.

Walaupun kini tidak lagi menjadi pengurus di struktural partai, Iwan HMS tetaplah komitmen ingin membesarkan Partai Berkarya yang dalam platform nya mengedepankan konsep trilogi pembangunan itu.

Sebagai aktivis berlatar belakang organisatoris, Iwan banyak berhubungan dengan berbagai aktivis lintas organisasi, salah satunya dengan Ika Purusatama Indrajaya, wakil Sekjen DPP Forum Bela Negara RI yang juga Caleg DPRD dari Partai Berkarya untuk daerah pemilihan Kabupaten Sukoharjo. Bersama Ibrahim Wahyu, Iwan dan Ika Pratama, Iwan
membentuk organisasi Relawan PADI Berkarya.

Pada acara kampanya Prabowo Sandi di Lapangan Sriwedari, Solo, Relawan PADI Berkarya bersama masyarakat dan relawan Relawan lain, menghadiri dan memeriahkan Kampanye Akbar pasangan 02 Prabowo-Sandi, yang juga di hadiri Banyak Tokoh Ulama dan Tokoh Nasional lainnya itu.

Iwan HMS1921 http://Lihat #2019PrabowoPresiden (@masiwan_saja): https://twitter.com/masiwan_saja?s=09

Apresiasi, Opini, Tokoh, Ulasan

Maka, Bersiaplah

SOEHARTONESIA.ID

Oleh : Hutomo Mandala Putra
Ketua Umum Partai Berkarya

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dengan rakyat yang siap berjuang di garda-garda terdepan, dan hal itu bukan cerita dongeng belaka.

Tercatat dengan tinta emas sejarah, bangsa kita pernah mebuktikan dengan merebut kemerdekaannya serta mengisi kemerdekaan itu dengan pembangunan yang berdaulat dan berkeadilan.

Bangsa kita pernah sampai pada masa gemilang, dari sebuah bangsa yang mengalami kesulitan pangan, kita dapat membalik keadaan hingga pada satu masa petani kita mampu menyumbang 100 ribu ton beras untuk menyelamatkan satu belahan dunia yang terancam kelaparan.

Dan, kini kita hanya bisa mengenangnya, tanpa mampu mengulanginya.

Sejatinya tidak ada yang berubah. Bangsa ini masih bangsa yang sama. Bangsa yang senantiasa menjunjung tinggi ke-Indonesiaannya. Bangsa yang telah bersepakat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbagsanya.

Kita hanya kehilangan figur. Kita kehilangan panutan. Kita kehilangan figur pemimpin, pemimpin yang membuat semua terpanggil untuk turun tangan, Berkarya bersama meraih cita-cita.

Kita kehilangan pemimpin yang kata-kata dan perbuatannya menjadi pesan yang solid.
Kita kehilangan figur pemimpin yang sikap, perbuatan, dan perilakunya lebih mendahului ucapannya.

Karena seberapa agung dan besarnya sebuah bangsa, Keteladanan itu akan selalu dibutuhkan. Karena, konsep pemahaman manusia membutuhkan penyampaian kebenaran yang baik ; bahwa kebenaran yang akan menghantarkan kepada kebaikan, kebermanfaatan, dan kemenangan.

Kita membutuhkan keteladanan dari seorang pemimpin, bukan yang bermain-main di ranah teori yang tidak dapat diimplementasikan dalam kehidupan.

Kita membutuhkan keteladanan dari seorang pemimpin yang mampu menciptakan karya nyata, untuk kemajuan bangsanya.

Bangsa ini harus mulai berbenah, berbenah untuk lepas dari penjajahan hutang luar negeri yang membuatnya malu menegakkan kepala dihadapan bagsa lain.

Dan, bangsa ini harus mulai Berkarya nyata tanpa ditunggangi kepentingan asing. Karena, bagaimana mungkin kita akan sampai pada adil dan makmur jika ternyata kita tidak berdaulat di atas tanah milik leluhur kita sendiri.

Apresiasi, Piye Kabare, Tokoh

Grand Opening Goro, Tommy Soeharto : Goro Bertekad Menggiatkan Kembali Prinsip Ekonomi Kerakyatan

SOEHARTONESIA.COM

Komisaris Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, Hutomo Mandala Putra, akrab disapa Tommy Soeharto, pada acara Grand Opening Goro Super Grosir Cibubur (Minggu 7 April 2019) menjelaskan, “Goro Super Grosir memiliki target serta berpotensi untuk melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia.”

Dihadapan awak media, komisaris utama yang juga Ketua Umum Partai Berkarya itu merincikan, “Hingga akhir tahun 2019 ini, diperkirakan sudah lebih dari 6 stores dibuka, dan ditargetkan warung Goro akan ada di setiap desa.

Hal tersebut tidak lepas dari tekad Goro untuk menggiatkan kembali prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan, sehingga target yang dicanangkan adalah bagaimana Goro dapat menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah.”

Menurutnya, hingga kini perkembangan Goro sangat menggembirakan, tidak hanya di Cibubur, Goro juga telah dibuka di Bandung, Surabaya, Wonosobo dan Papua,” ungkapnya.

Tommy Soharto juga menambahkan, selain Goro Super Grosir, Goro juga telah membuka e -Warung Goro yang telah dibuka di 69 lokasi tersebar di wilayah Jawa timur, Jawa barat dan Jawa tengah.
Selain itu, Goro Super Grosir di bawah bendera PT Berkarya Makmur Sejahtera itu pada tahun ini menargetkan ekspansi dengan membuka enam gerai baru.

Ia juga menambahkan, “ke depan setiap satu provinsi akan memiliki satu toko Goro sendiri dan setiap kecamatan satu Goro Kemitraan, serta sampai ke desa-desa.

“Pada prinsipnya Tujuan utama pendirian Goro (Gotong Royong) adalah untuk memotong mata rantai perdagangan antara produsen dan konsumen, dan dari situlah akan dibangun ekosistem yang lebih baik serta saling menguntungkan, sehingga produsen akan mendapat harga yang lebih tinggi dan tentunya konsumen juga akan mendapatkan harga yang lebih murah, karena memang dapat dikatakan barang langsung dari produsennya,” ujar Tommy Soeharto menjawab pertanyaan wartawan.

Tommy melanjutkan, kedepannya untuk proses transaksi jual beli, Goro Super Grosir juga akan menerapkan penggunaan teknologi pembelian secara online, dan penerapan teknologi secara maksimal, sehingga nanti sifatnya cashless dan paperless (full system, ful ERP), dan tentunya dengan langkah tersebut akan menjadikan Goro lebih baik lagi,” tegasnya. (Red)

Apresiasi, Berkarya, Tokoh, Ulasan

Kampanye Akbar Prabowo – Sandi, Tommy Soeharto : Menuju Indonesia Berdaulat, Adil Dan Makmur

Assalamualaikum Wr Wb

Salam Sejahtera Untuk Semua

Saya Ketua Umum Partai Berkarya pada kesempatan Ini mengajak seluruh masyarakat yang menginginkan perubahan menuju Indonesia Berdaulat , AdilĀ  dan Makmur untuk turut serta menghadiri Kampanye Akbar pasangan Prabowo – Sandi

Pada hari Minggu Tanggal 7 April 2019 di Glora Bung Karno

Insya Allah, Kampanye Akbar yang dimulai dengan Sholat Subuh berjaamaah serta Doa Bersama untuk bangsa akan membawa keberkahan bagi bangsa ini.

Mari kita bersama mengetuk pintu langit , menengadahkan tangan,
memanjatkan doa pada Illahi Rabbi untuk Pemilu yang damai, demi Indonesia yang lebih baik .

Wassalamualaikun Wr.Wb

Salam Berkarya
Hutomo Mandala Putra

Soehartonesia.id

Apresiasi, Berkarya, Tokoh

Tommy Soeharto : Jadikan Pemilu Sebagai Medan Juang Untuk Menentukan Arah Baru Perjalanan Bangsa

soehartonesia.id

Ketua umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra yang pada satu hari sebelumnya usai melakukan panen raya dan temu wicara dengan petani di Jawa Tengah, hari ini (Minggu 24 Maret 2019) juga melakukan Temu Wicara dengan Petani di desa Nagrak Sukabumi Jawa Barat.

Temu Wicara sekaligus konsolidasi yang dihadiri oleh para pengurus DPW, DPD, DPP, serta kader-kader Partai Berkarya itu juga diisi penyuluhan tentang bagaimana cara peningkatan hasil pertanian dengan menggunakan pupuk cair.

Pada kesempatan yang sama , Putra mantan presiden Soeharto yang akrab disapa Tommy Soeharto itu dalam pidatonya juga membahas mengenai kekawatirannya terhadap utang negara yang saat ini hingga menyentuh 5000 triliun.

Tommy mengatakan bahwa tentunya “utang sedemikian besar itu jelas tidak dapat diselesaikan pemerintah saat ini, atau bahkan pemerintah 5 tahun kedepan nanti.”

Menurut Ketua Umum Partai Berkarya itu dalam pidatonya ; “yang lebih menghawatirkan lagi adalah hutang luar negeri kita yang sedemikian besar itu seharusnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat, tetapi yang terjadi justru tidak demikian,” ujarnya menegaskan.

Ketua umum Partai Berkarya itu juga mengatakan, “Tentunya hal tersebut dikarenakan bangsa kita saat ini seolah kehilangan arah dalam pembangunan, selama reformasi ini kita kehilangan GBHN dan program pembangunan lima tahunan atau Repelita.”

Ia, (Tommy Soeharto) melanjutkan, “padahal, seharusnya untuk membangun negara ini perlu memiliki target yang jelas, namun sekarang pembangunan hanya dilaksanakan berdasarkan APBN (Anggaran Pembelanjaan Negara) tahunan, jadi dapat dibayangkan, pengeluaran negara sebesar ini hanya dengan target tahunan, dan tentunya itu tidak tepat,” ujar Tommy.

Masih pada pidatonya, Ketua Umum Partai Berkarya itu juga menyoal terkait besarnya anggaran pendidikan yang dianggarkan namun faktanya masih tidak dapat menjamin pendidikan gratis bagi rakyatnya.

Ia mengatakan : “Yang lebih memprihatinkan lagi, KPU merelease bahwa 40 persen pemilih di Indonesia saat ini adalah lulusan SMP, bukan lulusan SMA, ujarnya.

“Sehingga dapat kita tarik kesimpulan, bahwa selama 20 tahun reformasi ini pemerintah telah gagal meningkatkan pendidikan masyarakat Indonesia , dan ini sangat-sangat memprihatinkan,” ujarnya menegaskan.

Ketua Umum Partai Berkarya itu di hadapan para kader dan masyarakat menegaskan, “oleh sebab itu yang dapat kita lakukan adalah berjuang melalui konstitusi, mari kita memanfatkan pemilu sebagai medan juang kita untuk mendudukan kader-kader terbaik kita di parlemen, agar dapat membawa arah baru bagi perjalanan bangsa ini kedepannya.(red)